puisi tanpa nada, ia berbicara tentang rasa
alunan nada tanpa kata, ia berbicara lewat suara
mungkin mata dan telinga bisa merasa
tapi tak kan bisa ia mengerti
hanya hati yang tau pasti maksudnya
Teruntuk Cahaya Bulan
yang sedang bersembunyi,,,
mungkinkah aku telah menjadi Sang Pungguk yang selalu merindukannya,,,
Sumedang, 3 April 2011
alunan nada tanpa kata, ia berbicara lewat suara
mungkin mata dan telinga bisa merasa
tapi tak kan bisa ia mengerti
hanya hati yang tau pasti maksudnya
Teruntuk Cahaya Bulan
yang sedang bersembunyi,,,
mungkinkah aku telah menjadi Sang Pungguk yang selalu merindukannya,,,
Sumedang, 3 April 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar